PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI)


Pembelajaran PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School menggunakan Kurikulum Nasional yang dikembangkan dengan berbagai macam muatan lokal yang dirancang dengan ciri khas sendiri dan terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada setiap pengembangannya dengan tidak melupakan keberagaman kecerdasan anak melalui pembelajaran yang mengembangkan Multiple Intelligence.

Pendidikan Budi pekerti menjadi perhatian yang utama dan pertama di  PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School. Oleh karena itu Budi Pekerti menjadi master dalam model pembelajaran di PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School. Nilai-nilai budi pekerti kita kembangkan sejak sedini mungkin, karena nilai-nilai ini akan sangat penting sebagai bekal dalam mengarungi kehidupannya kelak. Setiap Guru adalah Guru budi pekerti yang senantiasa memberikan ketauladanan bagi anak didiknya.

Sistem Pembelajaran

Sistem pengajaran menggunakan pendekatan Active Learning dan  Learning by Playing serta berpusat pada anak. Anak diharapkan akan lebih aktif dan bebas mengekspresikan perasaannya atau ide-idenya dan juga berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang. Dengan suasana belajar seperti ini tentu akan menyenangkan dan komunikatif.

Di sisi lain keberbedaan  kecerdasan anak juga sangat kami hargai dengan pembelajaran yang mengembangkan Multiple Intelligence. Sehingga kemampuan anak akan berkembang sesuai dengan kecerdasannya masing-masing. Oleh karena itu, di PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School program kegiatan yang sebelumnya ekstrakurikuler dimasukkan ke dalam kegiatan intrakurikuler, misalnya : menari, menyanyi, dan bimbingan baca Al Quran dengan metode Iqra.

  • Satu Kelas Dua Guru : Untuk lebih tercapainya hasil pembelajaran dan pelayanan yang lebih  maksimal terhadap anak, maka di PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School satu kelas dibimbing oleh dua orang Guru dan didampingi oleh oleh sarjana Psikologi/BK diharapkan dapat memantau setiap saat perkembangan anak.
  • Pengenalan Bahasa Inggris : Masa usia KB dan TK ( pra sekolah ) adalah masa emas dalam belajar  bahasa, maka kami akan memperkenalkan percakapan bahasa inggris dalam kegiatan belajar sehari-hari.
  • Konsep Pembelajaran : Play, Learn, and Grow Together with Islamic Character. Pengembangan program pembelajaran hendaknya memperhatikan beberapa prinsip berikut ini:
    • Relevansi : Program pembelajaran anak usia dini harus relevan dengan kebutuhan dan perkembangan anak secara individu
    • Adaptasi : Program pembelajaran anak usia dini harus memperhatikan dan mengadaptasi perubahan psikologis, IPTEK, dan Seni.
    • Kontinuitas : Program pembelajaran anak usia dini harus disusun secara berkelanjutan antara satu tahapan perkembangan ke tahapan perkembangan berikutnya dalam rangka mempersiapkan anak memasuki pendidikan selanjutnya
    • Fleksibilitas : Program pembelajaran anak usia dini harus dipahami, dipergunakan dan dikembangakan secara fleksibel sesuai dengan keunikan dan kebutuhan anak serta kondisi lembaga penyelenggara
    • Kepraktisan dan Akseptabilitas : Program pembelajaran anak usia dini harus memberikan kemudahan bagi praktisi dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pendidikan pada anak usia dini.
    • Kelayakan (feasibility) : Program pembelajaran anak usia dini harus menunjukkan kelayakan dan keberpihakan pada anak usia dini.
    • Akuntabilitas : Program pembelajaran anak usia dini harus dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan anak usia dini

Pendekatan Pengembangan Pembelajaran

Pengembangan program pembelajaran anak usia dini juga harus memperhatikan berbagai pendekatan berikut ini:

  • Pendekatan Holistik dan Terpadu : Pengembangan program pembelajaran dan isi program didalamnya hendaknya dapat mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan,  potensi  kecerdasan jamak serta berbagai aspek kebutuhan anak usia dini lainnya seperti kesehatan dan gizi secara holistik dan terpadu. Sebagai konsekuensinya, identifikasi dan pemetaan kompetensi harus disusun dan diorganisasikan sesuai dengan perkembangan dan analisis kebutuhan anak usia dini.
  • Pendekatan Ragam Budaya (Multiculture approach) : Pengembangan program pembelajaran anak usia dini harus memperhatikan lingkungan sosial dan budaya yang ada di sekitar anak, maupun yang mungkin dialami anak pada perkembangan berikutnya. Pendekatan multi budaya akan memberikan konsekuensi pentingnya cakupan isi program yang dihadapi untuk mengakomodasi pemahaman anak pada kebiasaan, budaya dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan budaya-budaya lain yang terdapat di Indonesia maupun budaya global.
  • Pendekatan Konstruktivisme (Constructivism Approach) : Program pembelajaran anak usia dini hendaknya mengacu pada pendekatan konstruktivisme yang beranggapan bahwa anak membangun sendiri pengetahuannya. Untuk itu isi program pembelajaran harus dapat memberikan peluang bagi anak untuk belajar sesuai dengan minat, motivasi dan kebutuhannya. Hal ini akan berdampak pada proses pembelajaran yang berpusat pada anak, yang diwarnai dengan adanya kebebasan untuk bereksplorasi dalam rangka mencari dan menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan yang diminatinya.
  • Pendekatan program pembelajaran bermain kreatif (Play based curriculum approach) : Filosofi dan teori program pembelajaran bermain kreatif didasarkan pada 4 (empat) hal, yaitu: (1) bagaimana anak membangun kemampuan sosial dan emosional, (2) bagaimana anak belajar untuk berpikir, (3) bagaimana anak mengembangkan kemampuan fisik serta (4) bagaimana anak berkembang melalui budayanya

Prinsip – prinsip Pelaksanaan Pembelajaran

Dalam pelaksanaan Program Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini  menggunakan prinsip sebagai berikut :

  • Pelaksanaan Program Pembelajaran didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
  • Program Pembelajaran dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu : 1) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT., 2) belajar untuk memahami dan menghayati, 3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, 4) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain dan 5) belajar untuk membangun menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif dan menyenangkan.
  • Pelaksanaan Program Pembelajaran memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke Tuhanan, individual, kesosialan, dan moral.
  • Program Pembelajaran dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madya mangunkarsa, ing ngarsa sung tulado (bahasa Jawa yang berarti : di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
  • Program Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multi strategi dan multi media, sumber belajar, dan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
  • Program Pembelajaran dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial, dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
  • Program Pembelajaran yang mencakup seluruh bidang pengembangan diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai.

Konsep Kenaikan Kelas dan Evaluasi Pembelajaran : Konsep kenaikan kelas setiap jenjang pendidikan di PAUD tidak berdasarkan pada masa pendidikan akan tetapi kemampuan indivual anak yang dilihat dari evaluasi perkembangan anak yang dilakukan tiap 3 bulan sekali.

  • Siswa kelas A Kelompok Bermain dapat naik keles B tiap 3 bulan sekali setelah adanya laporan perkembangan
  • Siswa kelas B Kelompok Bermain dapat lulus ke Taman Kanak-Kanak setiap 3 bulan sekali setelah adanya laporan perkembangan
  • Siswa kelas A Taman-Kanak dapat naik keles B tiap 3 bulan sekali setelah adanya laporan perkembangan
  • Siswa kelas B Taman Kanak-Kanak untuk kelulusannya menyesuaikan tahun ajaran di SD, yaitu setiap awal Juni.

Program Pengembangan : Field Trip / Kayawisata 

Obyek-obyek yang dikunjungi antara lain : Pemadam Kebakaran, Polisi, Kantor Pos, Panti Asuhan, Kantor Pemerintah, Pasar, dll.

Program Penunjang : Program yang lain  dan Special Event yang kami laksanakan dalam rangka   menunjang kurikulum adalah :

  • Memperingati Hari besar Islam
  • Memperingati Hari Besar Nasional
  • Home Visit
  • Pekan Budaya
  • Guru Tamu
  • Manasik Haji
  • Sainstic day
  • Book Week
  • Cartoon’s Day
  • Cooking
  • International day
  • Mother’s Day
  • Garden Party
  • Colour’s Day
  • One Day with Daddy
  • Family day
  • Fun Water,
  • Fruits & Vegetables Days, dsb
  • Outbound Day
  • Talent’s day

Program Pengembangan Holistik

  • Membangun konsep diri.
  • Mengasah spiritual.
  • Membangun dan melatih kebiasaan.
  • Mengembangkan proses kreatif.
  • Mengembangkan kecintaan pada budaya.
  • Membina kedisiplinan.
  • Melatih berpikir kritis.
  • Melatih kepekaan sosial.
  • Melatih kecintaan pada lingkungan.
  • Mengembangkan wawasan sosial yang global.
  • Pengenalan teknologi.
  • Membangun kemandirian.

Penilaian Belajar

Penilaian perkembangan anak usia dini adalah proses pengumpulan data dan informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari proses dan hasil kegiatan belajar selama periode tertentu.

Untuk memberikan informasi perkembangan anak secara rutin kepada orangtua murid, maka PAUD (TPA, KB DAN TK) Lenterahati Islamic Boarding School menggunakan Sistem Penilaian Perkembangan dilakukan tiap 3 bulan sekali.

  • Tujuan Penilaian Belajar adalah
  • Mengetahui status pertumbuhan dan tahap perkembangan anak
  • Menyusun perencanaan pembelajaran lebih lanjut
  • Menyusun laporan pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Memberikan informasi pada orang tua/wali tentang kemajuan pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Prinsip
  • Menyeluruh, penilaian mencakup seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Berkesinambungan, penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari hasil pembelajaran.
  • Obyektif, penilaian dilakukan berdasarkan fakta dengan memperhatikan perbedaan dan keunikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Otentik, penilaian dilakukan pada situasi yang alamiah (secara wajar) sehingga anak tidak merasa sedang dinilai.
  • Mendidik, hasil penilaian digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada pendidik atau orang tua untuk memberikan proses pembelajaran (interaksi, lingkungan dan alat) kepada anak agar dapat mencapai tahapan perkembangan secara lebih optimal.
  • Kebermaknaan, hasil penilaian harus bermakna bagi anak, pendidik dan orang tua serta pihak lain yang memerlukan.
  • Aspek
  • Status kesehatan dan gizi anak
  • Aspek perkembangan mencakup moral dan nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, bahasa, kognitif, seni, dan fisik/motorik
  • Alat

Berbagai alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain pengamatan (observasi), catatan anekdot, portofolio, dan lain-lain.

Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

Dalam melaksanakan Pendidikan anak usia dini hendaknya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  • Berorientasi pada Kebutuhan Anak : Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional.
  • Belajar melalui bermain : Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.
  • Lingkungan yang kondusif : Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.
  • Menggunakan pembelajaran terpadu : Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.
  • Mengembangkan berbagai kecakapan hidup : Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri.
  • Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar : Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.
  • Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang : Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berluang .

Prinsip-prinsip Pengembangan

  • Bersifat komprehensif : Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .
  • Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap. : Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.
  • Melibatkan orang tua : Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.
  • Melayani kebutuhan individu anak. : Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.
  • Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakat : Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.
  • Mengembangkan standar kompetensi anak : Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.
  • Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus : Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.
  • Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat : Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai
  • Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak : Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah
  • Menjabarkan prosedur pengelolaan Lembaga : Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.
  • Manajemen Sumber Daya Manusia : Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga
  • Penyediaan Sarana dan Prasarana. : Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.

Komponen Kurikulum

  • Anak : Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :
  • 0 – 1 tahun
  • 1 – 2 tahun
  • 2- 3 tahun
  • 3 – 4 tahun
  • 4- 5 tahun
  • 5 – 6 tahun .

Pendidik : Kompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang – kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah

  • Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak
  • Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak
  • Usia 3 – 4 tahun rasio 1 : 8 anak
  • Usia 4 – 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak

Pembelajaran : Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.

Materi Usia lahir sampai 3 tahun meliputi:

  1. Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)
  2. Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)

Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)

  1. Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
  2. Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
  3. Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)

Materi untuk anak usia 3 – 6 tahun meliputi :

  1. Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
  2. Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.

Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.

  1. Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.
  2. Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.
  3. Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.

Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.

Level Pendidikan

  • Penitipan Anak
  • Kelompok Bermain
  • Taman Kanak-Kanak

 

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s