Nasionalisme Remaja Anda Luntur? Kembalikan dengan Cara Ini

Nasionalisme Remaja Anda Luntur? Kembalikan dengan Cara Ini

Senin , 17 Aug 2015, 06:36 WIB

Aneka pernak-pernik menyambut Hari Kemerdekaan ke-70 dijajakan oleh penjual di Kawasan Jatinegara, Jakarta, Rabu (12/8).

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika beranjak remaja, biasanya anak remaja mulai luntur rasa cinta Tanah Airnya. Misalnya, remaja lebih senang lagu barat, makanan barat, dan budaya barat lainnya

Bagaimana cara menumbuhkan kembali rasa cinta Tanah Air? Di usia ini anak kemungkinan rada sulit diberi pemahaman. Remaja umumnya memiliki pendapatnya sendiri dan mulai menentang.

Menurut Psikolog Anak, Ine Indriani MPsi, rasa cinta Tanah Air atau nasionalisme sepatutnya ditumbuhkan dari kecil. Apa yang sudah ditumbuhkan dari kecil maka akan lebih bisa terbawa hingga dewasa. 

Mengajarkan cinta Tanah Air perlu dengan cara yang menyenangkan dan kreatif terutama untuk remaja agar tidak berasa terpaksa dan rasa cinta itu benar-benar tumbuh. “Untuk remaja tentu caranya perlu lebih kreatif misalnya mengunakan baju tradisional dengan nuansa modern, mengajak wisata dan menumbuhkan kreativitas anak dari produk dalam negeri,” jelasnya kepada ROL, Ahad (16/8).

Karena itu, Ine menegaskan penting sekali mengajarkan dan menanamkan ke anak rasa cinta Tanah Air sejak dini. Manfaatnya sangat besar, sampai dewasa selain menjadi menghargai bangsanya juga mereka akan memiliki motivasi untuk membangun negerinya. 

Bila suatu saat dia pergi ke luar negeri untuk sekolah, anak akan balik lagi untuk membangun negerinya sehingga memajukan bangsa. Anak juga terpacu untuk merawat, menjaga kelestarian negara dan budayanya, dan mengembangkan produk-produk Indonesia.

Jika tidak diajarkan sejak dini rasa cinta Tanah Air. Dampak negatifnya ke depan, anak cenderung mudah terbawa dengan budaya luar yang nilai-nilainya bisa berbeda dengan budaya sendiri. Terlebih budaya luar cenderung lebih bebas, dan lainnya. Anak bahkan ada juga yang tidak menghargai dan mencintai bahasanya sendiri. Sehingga rasa kepemilikan dan menghargai menjadi berkurang terhadap negaranya

Tinggalkan Balasan